Jumat, 27 Juli 2012

bicara soal matic


Setiap peluncuran varian baru, Yamaha selalu menyiapkan kejutan. Mulai dari yang transmisi manual hingga matic. Mulai dari bebek hingga sport. Hampir semuanya tidak luput dari pengamatan saya. Selain desain, Yamaha menawarkan teknologi yang dibarengi dengan desain yang menawan dan tidak ketinggalan zaman.
Ada sebuah cerita ketika motor matic mulai beredar di pasaran. Yamaha memang mengenali potensi pasar. Sehingga dapat memprediksi keinginan masyarakat, baik yang di pedesaan maupun di perkotaan.
Kawan saya yang juga merupakan seorang montir atau pebengkel, bari kali pertama mencoba motor matic. Waktu itu, varian yang dipakai adalah nouvo, matic generasi awal yang ada di pasaran. Kala itu, kawan saya yang biasa mengendarai motor kopling manual ingin merasakan sensasi yang ditawarkan oleh motor matic.
Usut punya usut, motor pasien yang dicoba waktu itu. Ketika dinyalakan dengan kick maupun electric, semua nyaris sama. Namun ketika akan jalan, ia menarik tuas rem yang disangkanya adalah kopling. Mau tak mau, motor tidak bergerak. “Ini, apa yang salah?” katanya. “Kok motor ga bergerak? kalau motor kopling kan ada sentakannya ketika kopling dilepas atau jika gas tidak diplintir dalam, pasti akan mati mesinnya. Apa ada yang salah” Setelah ditarik lebih dalam gasnya, baru motor jalan dan ia baru menyadari kalau yang ia tarik adalah tuas rem belakang. Yups, begitulah tutur kawan yang baru mencoba sensasi motor matic.
So, buat bro n sis yang baru kali pertama menggunakan motor matic harap kursus dulu deh. Ya sehari atau dua hari. Jadi ketika di jalanan sudah terbiasa. Apalagi buat bro yang biasa menggunakan motor jantan. Ketika di tikungan, bisa jadi menarik rem belakang yang disangkanya kopling untuk menjaga agar mesin tetap menyala. Al hasil, bisa selip tuh. Dan kejadian yang di luar keinginan pun kejadian.

0 komentar:

Posting Komentar