Setiap peluncuran varian baru, Yamaha selalu menyiapkan
kejutan. Mulai dari yang transmisi manual hingga matic. Mulai dari bebek hingga
sport. Hampir semuanya tidak luput dari pengamatan saya. Selain desain, Yamaha
menawarkan teknologi yang dibarengi dengan desain yang menawan dan tidak
ketinggalan zaman.
Ada sebuah cerita ketika motor matic mulai beredar di
pasaran. Yamaha memang mengenali potensi pasar. Sehingga dapat memprediksi
keinginan masyarakat, baik yang di pedesaan maupun di perkotaan.
Kawan saya yang juga merupakan seorang montir atau
pebengkel, bari kali pertama mencoba motor matic. Waktu itu, varian yang
dipakai adalah nouvo, matic generasi awal yang ada di pasaran. Kala itu, kawan
saya yang biasa mengendarai motor kopling manual ingin merasakan sensasi yang
ditawarkan oleh motor matic.
Usut punya usut, motor pasien yang dicoba waktu itu. Ketika
dinyalakan dengan kick maupun electric, semua nyaris sama. Namun ketika akan
jalan, ia menarik tuas rem yang disangkanya adalah kopling. Mau tak mau, motor
tidak bergerak. “Ini, apa yang salah?” katanya. “Kok motor ga bergerak? kalau
motor kopling kan ada sentakannya ketika kopling dilepas atau jika gas tidak
diplintir dalam, pasti akan mati mesinnya. Apa ada yang salah” Setelah ditarik
lebih dalam gasnya, baru motor jalan dan ia baru menyadari kalau yang ia tarik
adalah tuas rem belakang. Yups, begitulah tutur kawan yang baru mencoba sensasi
motor matic.
So, buat bro n sis yang baru kali pertama menggunakan motor
matic harap kursus dulu deh. Ya sehari atau dua hari. Jadi ketika di jalanan
sudah terbiasa. Apalagi buat bro yang biasa menggunakan motor jantan. Ketika di
tikungan, bisa jadi menarik rem belakang yang disangkanya kopling untuk menjaga
agar mesin tetap menyala. Al hasil, bisa selip tuh. Dan kejadian yang di luar
keinginan pun kejadian.







0 komentar:
Posting Komentar