Jika kita bicara tentang desain motor, saya yakin Yamaha
tidak pernah main-main. Karena hampir semua variannya tidak ketinggalan. Meski
desain yang dibuat seakan telah diprediksi akan popular hingga sepuluh tahun ke
depan. Dan inilah yang membuat Yamaha semakin digemari serta harga jual yang
meningkat.
Saya menyukai Yamaha ketika ayah saya memiliki motor alfa
yang merupakan hadiah undian dari salah satu bank waktu itu. Yamaha keluaran
tahun Sembilan puluhan. Nah, dari situ saya mulai melihat apa yang menarik dari
Yamaha. Ternyata, Yamaha mendesain ulir sepion kanan dan kiri berlainan. Saya
mulai berpikir, kenapa harus dibuat demikian? Ternyata saya tahu jawabannya
ketika suatu ketika saya terpeleset saat mengendarai Yamaha alfa milik ayah.
Uniknya, meski motor jatuh dan terseret beberapa meter namun, spion tidak
patah. Hanya tergores sedikit. Inilah uniknya. Spion sebelah kanan memiliki
ulir ke sebelah kiri. Sedangkan spion sebelah kiri memiliki ulir ke sebelah
kanan. Jadi ketika kita terpeleset atau terjatuh maka spion akan tetap utuh,
misalnya ketika sepion kanan tertekan dari depan maka secara otomatis ulir
spion akan mengendur. Sehingga tidak menahan beban yang dapat berakibat fatal
baik bagi pengendara maupun sepeda motor.
By the way, saya memiliki latar belakang mekanik karena ayah
saya pernah membuka bengkel dan saat ini membuka toko spare part sepeda motor.
Jadi mau tidak mau saya kecipratan untuk tahu banyak tentang mesin.
Yups, saya tambahkan untuk desain yang futuristic dari Yamaha.
Ketika varian F 1 ZR beredar di pasaran, awalnya saya kurang mendapatkan
keunggulan desain yang diterapkan Yamaha pada motor ini. Namun ketika semakin
hari Yamaha memperbaiki dari sisi perpaduan warna dan lis body tribal, tampak
F1ZR merupakan varian balap. Dan vendor motor yang lain pun berusaha meniru,
namun saying desain mereka kurang digandrungi anak muda.
Tidak sampai disitu, desain Yamaha teraplikasi pada plastik
body yang digunakan. Mungkin hanya Yamaha yang sangat mudah untuk dikanibal untuk
beda varian. Contohnya saja bodi alfa, F1, F1ZR. Ketiga seri ini sama dalam hal
mesin namun dalam hal body tampak berbeda jauh. Namun ketika beberapa plastik
body saling di compare maka tidak ditemui kendala berarti ketika pemasangan.
Misalnya untuk spakbor depan dan belakang. Tak ada masalah berarti ketika ingin
memakai spakbor F1ZR untuk varian Yamaha alfa. Khusus untuk bodi, sangat
ramping. Dan hampir tak ada ruang kosong yang disisakan oleh Yamaha. Itulah
yang membuat Yamaha semakin di depan dalam desain bodi.
Sudah banyak, tapi belumg cukup. Yamaha masih punya
keunggulan. Sebagai seorang yang memperhatikan mesin, saya sangat terkesan
dengan sprocket set. Dalam melayani konsumen saat membeli perangkat ini, kadang
kita membutuhkan detik motor yang digunakan konsumen. Tapi khusus Yamaha, mulai
dari alfa, F1ZR, RX king, vega, dan varian lainnya hanya membutuhkan satu tipe
saja. Jadi tidak memerlukan banyak stok jika permintaan datang dari semua
varian. Kasih aja gir RX king untuk motor alfa, F1ZR, vega atau pun untuk cripton.
Jadi tidak perlu stok untuk masing masing varian. Hanya saja ukuran rantai yang
berbeda. Jika untuk bebek memiliki ukuran 100 sedangkan untuk 110 RX king.
Masuk ke bagian mesin, penempatan electric stater dibagian
bawah tampak rapi. Awalnya saya tidak menyangka motor alfa ada electric
staternya. Ternyata setelah saya buka tampak di bagian bawah mesin. Luar biasa,
celah kecil ini dimanfaatkan untuk meletakkan electric stater. Kemudian,
pemakaian gigi pada bagian belakang magnit untuk penghubung dengan electric
stater merupakan gagasan yang menarik. Karena biaya untuk perawatan menjadi
minim. Karena usia gigi yang tahan lama. Coba bayangkan jika menggunakan
rantai, ada kemungkinan rantai menjadi kedur atau rantai akan membutuhkan
bantalan agar rantai tidak membentur ke dinding mesin.
Lebih jauh ke bagian rantai sentrik untuk varian vega atau
cripton. Ternyata, rantai ini sangat awet dibandingkan buatan merek lain.
Kemudian setelah dibandingkan, ternyata panjang mata rantainya sama panjangnya
dengan rantai yang ada di merek motor lain. Dan ketika dipasang, sim sala bim.
Rantainya pas dan lebih awet. Sekali lagi, Yamaha is amazing
Beranjak ke pembakaran. Yamaha termasuk merek motor generasi
awal yang mengeluarkan kran vakum untuk beberapa varian terdahulu. Usut punya
usut, ternyata ini juga berpengaruh pada keawetan karburator. Tepatnya untuk
jarum pelampung. Jarum pelampung akan awet ketika beban dari bensin tidak
begitu besar. Dan hal ini terbukti dengan adanya kran vakum. Prinsip dari kran
vakum ini adalah dengan menghisap membrane kran maka kran akan terbuka dan
mengalirkan bensin saat mesin menyala. Penghisap ini diperoleh dengan
menghubungkan selang penghisap dengan insulator yang berada di atas
silinder. Menakjubkan. Kemudian,
teknologi ini pun diadopsi oleh beberapa varian baru motor merek lain.







Mas apa bisa yamaha alfa II R diganti bodinya semua dengan fiz?
BalasHapusbisa, tapi banyak posisi baut yang tidak pas. Kontak saya di 085279883383
HapusMas,,mau nanya ni,mimbran fiz R bisa gak pasang untuk motor alfa.mksi
BalasHapusMas mau nanya, apa kalter mesin alpa bisa di pasang di mesin fizr
BalasHapus